Selasa, 09 Oktober 2012

Jenis-jenis anggaran beserta contoh artikelnya


TUGAS.I
Jenis-jenis anggaran beserta pengertiannya
1)      Anggaran Pengeluaran Modal
Anggaran Pengeluaran Modal merupakan anggaran yang mengumpulkan laba sebanyak-banyaknya dengan mengeluarkan semua aktiva atau modal yang dimiliki. Oleh karena itu dalam anggaran ini harus sangat teliti dalam mengambil keputusan untuk menghindari kerugian yang sangat besar.
2)      Anggaran Kas
Anggaran Kas merupakan anggaran yang sederhana menunjukkan saldo awal kas, ditambah kas masuk yang diantisipasi lebih, dikurangi pengeluaran kas yang diantisipasi, saldo kas lebih atau kurang maupun yang akan mungkin perlu dipinjaman.
3)      Anggaran Inkremental
Anggaran inkremental merupakan anggaran yang mengacu pada alokasi masa depan dan anggaran yang baru diciptakan dengan menaikkan anggarannya dengan jumlah persentase tertentu.
4)      Anggaran operasi  
Anggaran ini menunjukan rencana operasi atau kegiatan tahun yg akan datang.
5)      Anggaran Program
Anggaran program yaitu anggaran operasi yang disusun berdasarkan program-program utama perusahaan yang berupa jenis atau keluarga produk (misal program penelitian dan pengembangan). Anggaran Program umumnya digunakan untuk menganalisis keselarasan diantara program-program perusahaan. 
6)       Anggaran Add-on
Add-on budget adalah budget yang dipergunakan sebagai tambahan atas suatu budget yang telah berjalan (periode sebelumnya), dimana budget utamanya dianggap sudah tidak valid lagi untuk siatuasi dan kondisi saat ini, i.e.: inflasi dan kenaikan gaji pegawai (upah buruh). Dana ditambahkan pada budget utama (yang akan di add-on) guna memenuhi kecukupan sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini. Situasi dan kondisi saat ini biasanya diwakili oleh informasi-informasi yang berdasarkan atas fakta yang ada datanya. Add-on budget sering dianggap sebagai budget yang akan menggembosi profit perusahaan, karena bagaimanapun juga add-on budget adalah bentuk pembengkakan anggaran. Akan tetapi add-on budget bisa saja dibutuhkan dan dibuat untuk maksud kompetisi dan kelangsungan hidup perusahaan.
7)       Anggaran Supplemental
Agak mirip dengan add-on budget, “Supplemental Budgets” dimaksudkan untuk penambahan dana atas wilayah (area) operasional tertentu, akan tetapi supplemental budget tidak ditambahkan pada suatu budget yang telah ada (budget utama).
8)       Anggaran Bracket
Anggaran Bracket adalah budget yang dimaksudkan untuk menutupi contingency plan (rencana darurat) dimana cost di proyeksikan pada nilai yang lebih besar dan lebih kecil dari cost dasarnya. Selanjutnya sales (penjualan) di proyeksikan mengikuti level ini. Tujuan dari metod ini adalah berjaga-jaga jika realisasi sales tidak mencapai sales yang telah diramalkan, sehingga dengan bracket budget ini akan dapat mengakomodasi perbedaan ini, dan bisa dijadikan dasar pertimbangan yang cukup oleh management untuk menyusun perencanaan cost dan biaya yang bersifat contingency. Budget yangbersifat contingency mungkin dibutuhkan jika perusahaan sedang menghadapi kemungkinan resiko yang mengakibatkan penurunan revenue yang tajam.
9)      Anggaran Strategic
Strategic budgeting mengintegrasikan “strategic planning” dan “budgeting control”. Budget ini biasanya efektif untuk kondisi ketidakpastian atau ketidak setabilan saja.
10)   Anggaran Target
Target budget lebih tepat merupakan “planning” untuk meng-kategorisasi-kan pengeluaran utama untuk di sandingkan dengan goal perusahaan, berfocus pada formulaisasi metode atas pendanaan suatu project untuk membawa perusahaan melangkah lebih kedepan lagi. Dibutuhkan justifikasi yang ketat untuk suatu nilai (uang) yang besar dan pengajuan project yang sifatnya khusus.
1 1)  Anggaran aktivitas
Anggaran Activity-based menganggarkan costs untuk aktifitas secara sendiri-sendiri.
2)  Anggaran stretch
Stretch budget bisa dikatakan istilah yang dipakai untuk mengoptimiskan istilah contingency budget. Bisa dikatakan stretch budget hanya diperuntukkan bagi sales and marketing personnel saja. Sedangkan cost-nya tetap di estimasikan mengikuti standard budget.
13)  Anggaran keuangan
Anggaran keuangan meliputi semua proyeksi perusahaan dimasa yang akan datang.


CONTOH ARTIKEL I
Anggaran Kas Dalam Rangka Optimalisasi Kas
Dalam usaha untuk merencanakan dan mengendalikan penerimaan dan pengeluaran kas sangatlah  diperlukan suatu perencanaan yang berupa anggaran kas.
Anggaran kas merupakan suatu cara yang efektif dalam merencanakan dan mengendalikan arus kas, menilai kas yang dibutuhkan dan menggunakan kelebihan kas yang ada secara efektif pula. Anggaran kas merupakan alat utama untuk membuat estimasi keuangan jangka pendek. Tujuan utama di dalam penyusunan anggaran kas adalah untuk merencanakan atau menentukan kegiatan operasional perusahaan sebagai dasar untuk menentukan optimalisasi kas dimasa yang akan datang
Optimalisasi kas merupakan usaha perusahaan, dimana kas yang ada di dalam perusahaan harus tetap dijaga agar jangan sampai kas tersebut mengalami kelebihan atau kekurangan dalam melakukan aktivitas perusahaan. Kas harus disediakan dalam jumlah dan batas-batas yang telah ditentukan
Menurut M. Munandar (1985:311), Anggaran kas adalah:
“Anggaran kas adalah budget yang merencanakan secara lebih terinci tentang semua jumlah kas beserta perubahan-perubahannya dari waktu ke waktu selama periode tertentu dimasa yang akan datang, baik perubahan yang berupa penerimaan kas maupun yang berupa pengeluaran kas”.
Sedangkan Hecket, Wilson dan Campbell, (1981:402) dalam bukunya Controllership, tugasnya Akuntan Manajemen, menyatakan definisi dari anggaran kas adalah:
“Anggaran kas adalah merupakan program penjualan dan biaya yang terkoordinasi serta terkorelasikan dengan perubahan-perubahan neraca, penjualan serta pengeluaran yang diperkirakan.”
Dari beberapa penjelasan tersebut diatas, dapatlah kita simpulkan bahwa anggaran kas adalah gambaran atas seluruh rencana penerimaan dan pengeluaran uang tunai yang bertalian dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi lainnya yang menyebabkan perubahan-perubahan pada posisi kas atau menunjukkan aliran kas pada periode tersebut.
Dan dari pengertian-pengertian diatas dapat pula kita ketahui bahwa anggaran kas mempunyai tiga sektor, yaitu:
1. Sektor penerimaan kas, yang ada pada umumnya berasal dari
a. Penjualan tunai barang jadi yang diproduksi
b. Penagihan piutang
c. Penjualan aktiva tetap
d. Penerimaan lain-lain (non operating) seperti penghasilan bunga, penghasilan sewa,  penghasilan deviden dan lain sebagainya
2. Sektor pengeluaran kas, yang pada umumnya berupa pengeluaran untuk biaya-biaya baik berupa biaya utama (operating) maupun biaya-biaya bukan utama (non operating), seperti contoh:
a. Pembelian tunai
b. Pembayaran hutang
c. Pembayaran upah tenaga kerja langsung
d. Pembayaran biaya pabrik tidak langsung
e. Pembayaran biaya administrasi
f. Pembayaran biaya penjualan
3. Sektor keuangan, yang disusun apabila perusahaan mengalami defisit yang memerlukan pinjaman dan sebagaimana pelunasannya dilakukan.
Penyusunan anggaran kas bagi suatu perusahaan sangat penting artinya guna menunjang operasional perusahaan. Menurut Syamsuddin, MA (1985:144) dalam bukunya susunan anggaran kas dapat digambarkan sebagai berikut:
Perusahaan “PENDI GAMA”
Budget kas untuk bulan Juli-Desember 19XI
(dalam ribuan Rp)
Keterangan
Juli
Agustus
Sept
Okt
Nop
Des
Saldo awal kas
Penerimaan kas
Penjualan tunai
Pengumpulan piutang
Pinjaman bank
Penerimaan lain
200
150
900
160
-
100,2
100
1.250
-
-
270,4
200
1000
-
-
100,21
250
1.600
113
75
242,02
150
2.150
-
-
893,03
150
1.550
-
-
Jumlah total kas
Pembelian tunai
Pembayaran hutang
Upah dan gaji
Biaya penj. & adm.
Sewa gedung
Pembayaran deviden
Pajak
Pembayaran bunga
Pembayaran pinj. Bank
1.410
1.450,2
1.583,4
2.025,21
2.542,02
2.593,03
60
720
150
175
100
100
-
4,8
-
120
630
150
175
100
-
-
4,8
-
150
900
150
175
100
-
-
8,19
-
90
1.260
150
175
100
-
-
8,19
-
90
990
150
175
100
-
-
3,99
140
120
810
150
175
100
100
200
-
133
Total pengeluaran kas
Saldo akhir bulan
1.309,8
1.179,8
1.483,19
1.783,19
1.648,99
1.788,0
100,2
270,4
100,21
242,21
893,03
805,03

CONTOH ARTIKEL I
            Anggaran Bisnis (Business Budgeting) adalah keseluruhan rencana dari kegiatan-kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam unit (angka) dan dalam periode waktu tertentu yang akan datang.
Unsur-unsur utama dalam anggaran: Keseluruhan Rencana, merupakan penentuan kegiatan yang dilakukan pada waktu yang akan datang. Kegiatan Perusahaan, meliputi seluruh kegiatan yang akan dilakukan oleh semua bagian-bagian dalam perusahaan. Dinyatakan dalam angka, adalah unit yang dapat digunakan pada semua kegiatan perusahaan yang bermacam-macam. Periode tertentu, adalah keseluruhan mengenai apa-apa saja yang akan terjadi pada masa yang akan datang.
Terdapat 2 macam anggaran (budget):
Budget Strategis, ialah anggaran yang berlaku untuk jangka panjang yaitu melebihi satu periode akuntansi (melebihi 1 tahun)
Budget Taktis, ialan anggaran yang berlaku untuk jangka pendek, yaitu satu periode akuntansi atau kurang.
Budget disusun oleh panitia penyusun anggaran ( Budgeting Committee ). Yang terdiri atas pemegang fungsi-fungsi utama ( Budget Participative ).
Anggaran mempunyai 3 kegunaan pokok yaitu:
Sebagai pedoman kerja. Anggaran berfungsi sebagai pedoman kerja dan memberikan arah serta target-target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan pada waktu yang akan datang.
Sebagai alat koordinasi kerja. Dengan adanya anggaran semua bagian-bagian yang terdapat di dalam perusahan dapat saling menunjang dan bekerja sama dengan baik, untuk menuju pada sasaran atau tujuan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Sebagai alat pengawasan atau pengendalian. Anggaran berfungsi sebagai tolok ukur (alat pembanding) untuk menilai dan mengevaluasi realisasi kegiatan perusahaan pada masa yang akan datang.
Disisi lain anggaran juga memiliki kelemahan antara lain:
1)      Anggaran (Budget) hanyalah suatu alat.
2)      Anggaran (Budget) tidak menggantikan posisi manajemen.
Faktor yang mempengaruhi penyusunan budget yaitu:
Faktor intern adalah faktor-faktor yang ada dalam perusahaan itu sendiri. Factor-faktor tersebut antara lain berupa penjualan tahun lalu, kebijaksanaan perusahaan, modal kerja yang dimiliki, tenaga kerja yang dimiliki, kapasitas perusahaan yang dimiliki, dll.
Faktor ekstern adalah faktor-faktor yang ada diluar perusahaan tapi mempengaruhi kehidupan perusahaan. Factor-faktor tersebut antara lain berupa keadaan persaingan, tingkat pertumbuhan penduduk, penghasilan masyarakat, pendidikan masyarakat, penyebaran penduduk, agama, adat-istiadat dan kebiasaan masyarakat, dll.
Anggaran (Budget) yang baik haruslah mencakup seluruh kegiatan perusahaan, yang sering dinamakan Budget Komprehensif. Secara garis besar isi dari Budget
Komprehensif terdiri dari:
Budget Taksiran (Forecasting Budget), berisi taksiran-taksiran tentang kegiatan-kegiatan perusahaan dan keadaan (posisi) financial perusahaan pada saat tertentu pada waktu yang akan datang.
Budget Variabel, berisi tentang tingkat perubahan atau variabilitas biaya, khususnya biaya-biaya yang termasuk kelompok biaya ”semi-variabel” sehubungan dengan adanya produktivitas perusahaan.
Analisa Statistika dan Matematika Pembantu, yang dipergunakan untuk membuat taksiran-taksiran serta mengadakan penilaian (evaluasi) dalam rangka mengadakan pengawasan kerja.
Laporan Budget (Budget Report), yaitu laporan tentang realisasi pelaksanaan budget yang dilengkapi dengan berbagai analisa perbandingan antara budget dan realisasinya sehingga dapat diketahui penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dan sebab-sebabnya, baik yang bersifat positif (menguntungkan) maupun negative (merugikan), sehingga dapat ditarik kesimpulan dan tindak lanjut (follow-up) yang segera perlu dilakukan.

TUGAS.II
Hal-hal yang dipertimbangkan oleh seorang manajer dalam menyusun anggaran yaitu :
1.      Kondisi pasar 
Dalam menyusun anggaran, saya sebagai manajer akan memperhatikan kondisi pasar apakah dalam keadaan yg stabil untuk memperluas pasar dengan cara menurunkan harga jual per unit, atau malah akan melakukan ekspansi dengan menghemat biaya produksi . Maka dari itu kondisi pasar juga perlu diperhatikan dalam menyusun anggaran
2.      Jumlah karyawan dan kemampuan mereka
Menyusun anggaran saya juga akan memperhatikan jumlah karyawan dan kemampuan mereka, karena mereka sangat berperan penting dalam produktifitas. Pengendalian atau penentuan jumlah karyawan dapat dilakukan dengan cara memisahkan pegawai dalam kelompok tertentu seperti strategi organisasi yang nantinya akan mempermudah pelaksanaan atau pembagian tugas sesuai kemampuan mereka sehingga dapat memaksimalkan tugas atau pekerjaan mereka. Adanya organisasi perusahaan yang sehat, yaitu organisasi yang membagi tugas dengan jelas dan menentukan garis wewenang dan bertanggung jawab yang jelas.
3.      Ketersediaan biaya bahan baku
Biaya bahan baku merupakan biaya bagi bahan-bahan yang secara langsung digunakan dalam produksi untuk mewujudkan suatu macam produk jadi yang siap untuk dipasarkan, atau siap untuk diserahkan kepada pemesan. Dimana dalam biaya bahan baku itu berbagai macam bahan yang diolah menjadi produk jadi dan pemakaiannya dapat diidentifikasi secara langsung dan merupakan bagian integral dari produk tertentu. Dengan demikian ketersediaan bahan baku akan sangat berpengaruh dalam penyusunan anggaran suatu perusahaan jika ketersediaan bahan baku sedikit maka jumlah produksinya juga akan menurun dan mengakibatkan perubahan penyusunan anggaran.
4.      Kendali mutu dan kemampuan pelayanan
Mutu dan pelayanan di masyarakat untuk memasarkan suatu produk sangat berperan penting dalam pemasaran produk tersebut, dengan demikian pengendalian mutu dapat meningkatkan nilai jual suatu produk itu sendiri dengan kualitas yang bagus maka akan berpengaruh bagi pemasaran produk tersebut, peran seorang manajer sangat berperan dalam menentukan dan mengendalikan mutu kualitas barang sangat dibutuhkan yang nantinya akan berpengaruh dalam menyusun anggaran, begitu jugadengan kemampuan pelayanan kepada masyarakat akan sangat diperlukan.
5.      Aspek teknologi
Dalam menentukan suatu anggaran bagi perusahaan aspek teknologi akan berperan untuk mempermudah proses produksi, dengan adanya kecanggihan teknologi maka sutu produksi akan dapat dihasilkan dengan maksimal. Maka dari itu peran manajer akan sangat dibutuhkan untuk mengubah dari mesin produk mengikuti perkembangan teknologi yang ada.
6.      Sumber daya fisik dan manusia
Sumber daya baik fisik dan manusia haruslah menjadi faktor terpenting dalam keberhasilan suatu perusahaan tersebut, jika sumber daya manusia dan sumber daya fisiknya tinggi dan berkualitas maka akan menghasilkan produk yang bermutu.


Sabtu, 23 Juni 2012

TULISAN KE 2 ( IMPLIKASI GLOBALISASI TERHADAP BANGSA DAN NEGARA INDONESIA )


v IMPLIKASI GLOBALISASI TERHADAP BANGSA DAN NEGARA INDONESIA
Terjadinya perubahan-perubahan yang cukup drastis dalam kehidupan masyarakat Indonesia bersama dengan era globalisasi dan masukanya teknologi modern sangat dirasakan khususnya oleh Negara Indonesia dan umumnya Negara-negara sedang berkembang lainnya. Hal tersebut berpengaruh dalam kemampuan untuk berjuang mempertahankan kelangsungan hidup ditengah-tengah pergulatan Negara-negara besar di dunia.
Proses alih teknologi tidak semudah seperti kita membalikkan telapak tangan tetapi kita harus bekerja keras untuk mempersiapkan sumber daya manusia, kondisi social, dan kondisi fisik alamiah Indonesia. Hal tersebut dimaksudkan agar kita tidak kehilangan kepribadian di tengah-tengah kemajuan yg telah tercapai. Disinilah perlunya dibangun tatanan kehidupan yang tetap berlandaskan pada nilai-nilai Pancasila.
Pancasila merupakan penuntun sikap dan perilaku bangsa Indonesia, baik dalam hubungannya terhadap Tuhan Yang Maha Esa, sesama anggota masyarakat, bangsa dan negaranya maupun dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Sebagai norma hukum, Pancasila memberi petunjuk kepada bangsa Indonesia mengenai yang adil dan tidak adil, benar atau tidak benar atau dan benar sebagai norma pembangunan yang baik dan benar sehingga sampai pada tujuan dengan baik dan benar.
Kedudukan geografis Indonesia terletak pada posisi silang antara Benua Asia dengan Benua Australia, Samudra Hindia dengan Samudra Pasifik, dan antara paham / ideologi komunitas dengan paham / ideologi liberal. Dengan demikian, posisi Indonesia sangat rentan terhadap implikasi era globalisasi yang sedang berjalan. Untuk menghadapi hal tersebut Indonesia harus memantapkan SDM, Ideologi Pancasila sebagai filter, sosial budaya, ekonomi, politik, dan hankam yang kuat.

Beberapa contoh yang dapat dijadikan analisis, antara lain sebagai berikut.
1.      BIDANG TEKNOLOGI DAN PENGEMBANGAN
Implikasi globalisasi banyak menimbulkan perubahan yang sangat luas dan  mendalam di sejumlah bidang.
a. Ketika era komputerisasi datang, telepon dan faksimil banyak digunakan orang, Perkembangan itu memengaruhi PT Pos Indonesia sebagai perusahaan jasa layan-antar.
b.   Pada tahun 1990-an, volume pengiriman lewat pos menurun  hingga 70%. Namun, pengiriman surat ringan dan bisnis meningkat. Bahkan, terus meningkat sehingga mencapai 740 juta pucuk surat yang dikirim dan kiriman paket sebesar 619 juta buah.
c.       PT Pos Indonesia ( Posindo ) memberikan layanan melalui program optima, di antaranya jaminan asuransi bagi surat atau paket yang hilang atau rusak saat yang dikirim secara door  to door dan part to part, baik di dalam negeri maupun ke luar negeri.

2.      BIDANG PENINGKATAN KUALITAS PRODUK
Berbagai merk kosmetika luar negeri kini sudah beredar di Indonesia, khususnya promosi yang gencar sangat memikat konsumen Indonesia yang ternyata jumlahnya tidak sedikit.
Misalnya, dalam menghadapi AFTA dan kondisi persaingan yang semakin  meningkat, kesadaran bangsa Indonesia di bidang ini bangkit untuk mencintai hasil produk Indonesia. Tidak hanya Sari Ayu, Muastika Ratu, atau Ristra dengan Indolabnya, tetapi muncul pula pengusaha merk tradisional bersaing dengan meningkatkan “litbang”nya. Misalnya, Jamu Jago, Ny.Meneer, atau produk-produk lainnya. Begitu pula dengan perawatan tubuh atau spa, kini mulai merebak ke seluruh dunia. Padahal, produk perawatan itu adalah asli dari Indonesia yang dikembangkan secara modern.

3.      BIDANG HUKUM PERTAHANAN DAN KEAMANAN
Dengan berkembanganya kejahatan internasional, seperti terorisme, perampokan/bajak laut di jalur-jalur perdagangan dunia, perdagangan manusia, obat bius, atau kejahatan lintas batas ASEAN termasuk di dalamnya Negara Indonesia membuka diri dengan pihak lain atau Negara lain untuk menumpas atau memerangi kejahatan-kejahatan internasional itu. Misalnya sebagai berikut.
a. Penandatanganan perjanjian memerangi terorisme pada akhir Juli 2002 sebagai bukti kesungguhan mewujudkan perang terhadap teroris tanpa melibatkan pasukan AS di kawasan ASEAN. Namun, AS bersedia memberi bantuan teknis pasukan keamanan dalam melacak para tersangka.
b.      Mematuhi hukum dan perjanjian internasional.
c.       Turut meratifikasin perjanjian internasioanal.
d.  Menghormati peradilan internasional dan bekerja sama dalam penyelesaian sengketa internasional.

4.      BIDANG INFORMASI
Apabila diperhatikan pada pelajaran sebelumnya tentang pers, bahwa informasi tidak hanya berisi pesan yang berdampak positif dan negative. Akan tetapi, pers menandung pula hal-hal yang berkaitan dengan dimensi sosial dan pergeseran nilai-nilai budaya bangsa.
Selain itu, instansi-instansi pemerintah pun mulai dikembangkan system informasi yang menunjang pemberlakuan WTO ( Word Trade Organization ), baik melalui program-program perbaikan system maupun pengadaan perpustakaan. Misalnya, Departemen Perdagangan dan Industri ( Depperindag ) meresmikan perpustakaan nasional WTO untuk memberi pemahaman kepada masyarakat tentang ketentuan dan peraturan WTO.
5.      BIDANG SOSIAL BUDAYA
Implikasi globalisasi pun turut mempengaruhi bidang-bidang sosial dan budaya anta lain sebagai berikut.
a.      Berpartisipasi dalam kegiatan sosial internasional.
b.      Pertukaran pelajar antarnegara.

Dampak  dan Pengaruh Globalisasi:
a.      Mempercepat perubahan pola kehidupan suatu bangsa.
b.      Terjadinya pergeseran nilai-nilai dalam kehidupan masyarakat.
c.       Komunikasi dan transportasi semakin canggih.

6.      BIDANG LINGKUNGAN HIDUP
a.      Menentang / menolak atas penggunaan senjata nuklir, baik untuk perang maupunmerusak lingkungan.
b.      Melestarikan lingkungan hidup, baik secara nasional maupun internasional.